Join us on Facebook

Sunday, August 14, 2011

Ketika Cinta Bertasbih


Assalamualaikum...
Pe Kabar?
Hmmmm....Maaflah Sahabat2 Sekalian..
I'm a bit busy with my personal scheduled
(tgh busy mengambil lesen kereta la,derrrr~~~)
Hari ni,Sebab ada sedikit kelapangan waktu..
i post new entry~~ :D
Ok,la b4 aku citer lebih lanjut lagi
i'm sure mesti anda2 semua sudah sedia maklum akan "Ketika Cinta Bertasbih"
(Ala,yg kat channel 141 tu..Saper yg beli pakej tu untung la,ley tgk lagi....)
n Mesti yang da taw n stalk2 pasal pelakon2 drama tu an...
(Even my sis also do that too...kkkkkk^^!Mian Sis^^!)

Ketika Cinta Bertasbih Quite Interesting La..
Sebab Most of the dialog lam drama ni..bukan dialog kosong r sbb ada input yang baik n boleh dijadikan tauladan dan juga tambahan ilmu
(Pada yang tengok tu mesti sedar n taw la apa yg aku maksudkan sekarang ni)
n Pada yang belum tengok or kurang berminat dengan Sinetron ni..kurang patut tengok la drama ni...
(Yeah,i'm not sinetron lover too..but sbb i tgk this drama had own quality..aku de layan gak la few episode drama ni..)

Today post utk share bit biography pelakon2 drama Ketika Cinta Bertasbih
(ni utk yang baru nak stalk2 pasal diorang ni...)
(pada yang xsuka,sila jangan comment or baca sampai habis entry ni...)

Here for you~~~

1)Kholidi Asadil Alam
M. Kholidi Asadil Alam (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 30 Maret 1989; umur 22 tahun) adalah seorang pemeran Indonesia yang memerankan tokoh Azzam dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Tokoh Azzam adalah seorang mahasiswa program Sarjana di Universitas Al-Azhar Kairo yang menjalani kuliah sampai 9 tahun dan lebih dikenal sebagai penjual tempe, pembuat bakso dan tukang masak serba bisa, namun tidak juga lulus ujian.
Odi, nama panggilan Kholidi-dengan tinggi tubuh 185 cm, adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir di Bangil, Pasuruan ini sejak kecil menyenangi dunia teater. Dia juga mengikuti teater pada saat di sekolah, dan ketika tinggal di Jakarta pernah bergabung dengan Teater Ciliwung dan Teater Populer Slamet Rahardjo. Menurut Habiburrahman El Shirazy, sosok Cholidi dianggap dekat dengan karakter tokoh Azzam.
Kholidi mengikuti proses audisi di Jakarta, satu di antara 9 kota lain di Indonesia tempat diadakannya audisi terbuka untuk pemilihan pemain film KCB. Dia mendapatkan informasi tentang audisi dari seorang pelukis di Bulungan. Kholidi pindah dari Pasuruan ketika meneruskan pendidikan SMA di Jakarta. Saat-saat terakhir sebelum proses audisi dia bekerja di sebuah usaha distribusi kain sarung dan juga berjualan ayam goreng di depan TMP Kalibata Jakarta.
2)Oki Setiana Dewi
Oki Setiana Dewi (lahir di Batam, Kepulauan Riau, 13 Januari 1989; umur 22 tahun) adalah seorang pemeran Indonesia yang memerankan tokoh Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Oki lahir dari pasangan berdarah Palembang, Suliyanto dan Yunifah Lismawati. Sejak usia 16 tahun, Oki telah merantau ke Jawa dan menetap di Depok. Alumni SMAN 1 DEPOK ini kemudian kuliah di Universitas Indonesia. Oki sempat bermain di beberapa FTV sebelum akhirnya memutuskan untuk berjilbab pada tahun 2005. Kariernya di dunia seni peran sempat terhenti, sebelum akhirnya memerankan karakter utama perempuan dalam cerita Ketika Cinta Bertasbih.
3)Andi Arsyil Rahman
(Saya suka yang ni..huehuehuehue)
Andi Arsyil Rahman Putra (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 15 September 1987; umur 23 tahun) adalah seorang aktor Indonesia. Arsyil adalah anak kelima dari tujuh bersaudara, putra pasangan Prof.Dr.Ir.H.Andi Rahman Mappangaja M.S dan Ir.Yusnidar Yusuf. Karirnya di dunia entertainment sebenarnya telah ia mulai sejak ia bermain dalam sinetron "Ngaca Dong!" bersama Catherine Wilson dan menjadi model video klip artis-artis lokal di Makassar.
Akan tetapi, sosoknya mulai dikenal masyarakat luas setelah ia berhasil lolos audisi dan memerankan dengan baik, tokoh Furqon dalam film Ketika Cinta Bertasbih yang kisahnya diangkat dari novel best-seller (dengan judul yang sama) karya Habiburrahman El-Shirazy. Ketika itu, Arsyil hanya memiliki bekal dalam bidang modeling dan tidak pernah mengikuti teater.
Arsyil, dengan manajemen waktu yang baik, berhasil menempuh pendidikan S1-nya di 3 perguruan tinggi sekaligus, yaitu fakultas MIPA jurusan Fisika/Program Studi Geofisika, Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Ekonomi (lulus 2010), dan Fakultas Teknik jurusan Teknik Informatika Program Studi Teknik Informatika (lulus 2010). Saat ini, Arsyil sedang melanjutkan studinya ke jenjang Master (S2).
Prinsip hidupnya yang sederhana, ditambah karakter kuatnya sebagai pembelajar yang pantang menyerah dengan dilandasi kekukuhan spiritualitas membuatnya meraih banyak prestasi di umurnya yang terbilang muda. Arsyil sering mendapatkan predikat juara kelas dan meraih beasiswa atau prestasi di berbagai lomba. Di antaranya juara III Lomba Fisika "The Most Creative Student Award" dan peserta Olimpiade Fisika kota Makassar. Ia juga pernah menjadi siswa berprestasi, Duta pariwisata kota Makassar (2007), Duta Kawasaki (2007), ikon salah satu mall di Makassar, dan berbagai macam prestasi di bidang pendidikan dan entertainment.
Kini setelah keberhasilannya dalam memerankan tokoh Azzam di film Ketika Cinta Bertasbih I dan II, Kholidi benar-benar memuwujudkan cita-citanya untuk menambah ilmu berbinis. Kholidi akan berangkat ke Amerika Serikat Agustus 2010 mendatang dan telah terdaftar sebagai mahasiswa Harvard Business School. Kholidi memndapatkan beasiswa dari HBS untuk mendalami ilmu bisnis di AS.
Ia pun pernah dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Berkepribadian Pembangunan (TBP) 2011 dan Duta "International Youth Forum On Climate Change" (IYFCC) di tahun yang sama.Dengan motto hidupnya : " Tulislah apa yang engkau baca dan bacalah apa yang engkau tulis. Berbagilah sebanyak mungkin dan pertanggungjawabkanlah kehidupan ini" , kini Arsyil berhasil berkarya dalam dunia kepenulisan dengan mengeluarkan 2 buku motivasi mengenai kehidupan.
Buku pertamanya "Life is Miracle" (Menangkap Pesan Luar Biasa dari Setiap Keping Kejadian) terbit pada Oktober 2010 dan merupakan karya bersamanya dengan dua penulis lain, yaitu Anneke Putri dan Ahmad Faris. Buku ini membahas tentang kehidupan manusia dan bagaimana kita memandang setiap keping kejadian dalam kehidupan sebagai suatu proses dan hikmah. Buku terbitan Ufuk Publishing House ini memuat 45 kisah inspiratif. Dimana masing-masing kisahnya mengandung kekuatan motivasi untuk seseorang berbuat lebih baik dan bepikir positif. Buku ini mengajak setiap pembacanya memandang setiap untaian peristiwa melalui kacamata pembelajaran.
Sukses mendapat tempat di hati pembacanya, Arsyil kemudian melahirkan buku keduanya yang berjudul "EURECLE!" (Anda dan Setiap Manusia Adalah KEAJAIBAN). Buku inspiratifnya ini baru saja launching 10 Juli 2011 lalu di acara Jakarta Book Fair, Istora Senayan. Yang berbeda dari karyanya kali ini adalah ia menulis sendiri dan dengan memakan proses yang cukup panjang, yaitu selama dua tahun lebih. Buku EURECLE ini menjadi manis dan menarik dibaca karena adanya racikan sains, filosofi, kaidah kehidupan, dan nilai-nilai Ketuhanan yang begitu terasa dan bercampur menjadi satu dengan pemaparan yang dikemas begitu ringan namun bermakna. Eurecle telah berhasil memancangkan dengan kuat konsep bahwa setiap manusia memiliki keajaibannya masing-masing. Menurutnya setiap manusia memiliki (to have) kemampuan untuk menjadi (to be).
Arsyil terakhir bekerja sebagai Leader Personal Representative di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. Sekarang, selain di dunia entertainment, kesibukan yang ia jalani adalah mengembangkan berbagai bisnis, menjadi consultant salah satu perusahaan swasta, pembicara, dan narasumber di berbagai acara, baik di bidang pendidikan, pengembangan diri, maupun manajemen. Ia juga sering mengisi pengajian di beberapa lembaga pemasyarakatan, instansi-instansi pemerintah dan swasta.
Hobi pengagum Albert Einstein ini bermacam-macam, mulai dari membaca, traveling, olahraga, bermain musik, berbisnis, berdiskusi, dan menulis. Terbukti dari beberapa hobinya tersebut kini mendatangkan manfaat bagi orang lain.
Arsyil juga pernah merambah dunia tarik suara dengan menjadi salah satu penyanyi soundtrack film religi karya Habiburrahman El-Shirazy "Dalam Mihrab Cinta." Ia berduet dengan Oki Setiana Dewi (pemeran Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih) menyanyikan lagu "Karena Hati Bicara."

4)Meyda Sefira

Meyda Sefira (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Mei 1988; umur 23 tahun) adalah seorang pemeran Indonesia yang lolos audisi untuk memerankan tokoh Husna dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Meyda mengetahui informasi tentang audisi dari televisi dan dia merupakan penggemar karya-karya Kang Abik seperti Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih.
5)Alice Norin
Alice mengawali karier di dunia model sejak berusia 13 tahun. Selain di dunia modeling, Wanita blasteran Norwegia-Manado-Sunda yang beragama Islam ini pun menjajaki dunia peran dengan membintangi beberapa sinetron. Sinetron yang telah dibintangi oleh Alice antara lain, Wulan, Putri Kembar, Gadis, Dia, Cinta SMU, Allah Maha Besar dan Teman Ajaib.
Tak hanya layar kaca, sulung dari 3 bersaudara ini juga merambah layar lebar. Film perdana Alice bergenre horor dengan judul Psikopat (2005). Di film perdananya ini, Alice mendapat peran utama sebagai Mita. Dalam film ini Alice bermain bersama Sigit Hardadi, Ferry Exel, Nella Anne, Dian Rafisah, Mario J. Wibowo, Rony Galoeng, Egi Fadly, dengan arahan sutradara Rudi Aryanto, serta diproduseri oleh Andi Ekim.
Setelah menjajaki dunia model dan sinetron, Alice mencoba menjadi sutradara. Hal ini tak mengejutkan karena putri pasangan Alfred Almendingan dan Sofie ini mengambil jurusan broadcasting. Alice menggarap video klip berjudul Rusty Guitar yang terdapat di album Keluar Malam Repackage milik suaminya DJ Riri Mestica. Sudah sejak lama, penyuka warna merah dan hitam ini bermimpi menjadi sutradara.

credit to : wikipedia

p/s : Puasa da nak masuk 15 hari da..pasnie kat radio n memana kedai mesti da pasang lagu raya...(baru mood raya sampai..hehehehe)

No comments:

Post a Comment